Dalam Tanda Kurung

Selasa, 08 Desember 2015

Tempat Berpulang

Bila kau jadi debu, aku ingin jadi jendela yang menenggelamkanmu
Kalau nanti mereka mengelapmu dengan kain-kain basah di sudut tembok sana; berulang-kali
Aku tidak akan khawatir
Kau tahu rumahmu

Diposting oleh Christine Ayu di 19.56
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Sajak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2015 (22)
    • ▼  Desember (3)
      • Sajak yang Sengaja (1)
      • Seekor Merpati yang Mati di Ujung Ranting
      • Tempat Berpulang
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (11)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)

Label

  • Cerpen
  • Jurnal
  • Kisah Tuan dan Puan
  • Opini
  • Sajak
  • Solilokui

My Older Blog

  • Agen Dandelion
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.