Dalam Tanda Kurung

Selasa, 29 Agustus 2017

Frú

hari ini di meja makan, ada sepiring rindu yang kita siapkan.
kita kunyah pelan-pelan.
dan rasa lebam tenggelam di tenggorokan dengan perlahan.
kita mesti sabar, katamu barangkali.
ini tentang hati, mas, dan hati perempuan adalah keras kepala yang paling menyebalkan.

tertanda,
tanda kurung
Diposting oleh Christine Ayu di 22.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Sajak
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2017 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ▼  Agustus (1)
      • Frú
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (11)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)

Label

  • Cerpen
  • Jurnal
  • Kisah Tuan dan Puan
  • Opini
  • Sajak
  • Solilokui

My Older Blog

  • Agen Dandelion
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.