Dalam Tanda Kurung

Sabtu, 28 November 2015

Sepasang Mata Melihat

SETELAH SEPASANG MATA MELIHAT


Setelah sepasang mata melihat,
jantungku meloncat-loncat,

di luar
tubuhmu serupa magnet,
atau kadang kobaran api
aku besi
atau kayu bakar

setelah sepasang mata melihat,
aku tidak bisa lagi melihat


( 2015 )
Diposting oleh Christine Ayu di 16.55 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Sajak
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2015 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ▼  November (1)
      • Sepasang Mata Melihat
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (11)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)

Label

  • Cerpen
  • Jurnal
  • Kisah Tuan dan Puan
  • Opini
  • Sajak
  • Solilokui

My Older Blog

  • Agen Dandelion
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.