Kamis, 28 Mei 2015

Lelaki Bunga

 1/
Lelaki bunga tergelincir di kelokan jalan panjang

Ia pernah rekah di tepi padang waktu sunyi pagi terbit
Dan lepas ketika matahari pasang wajah di setengah hari terik,
Tak ada yang melihatnya,
                Kecuali kau
Yang tubuhmu mengabukan

Sayang tak ada yang bisa kau lakukan, kecuali menangis


2/
                Lelaki bunga tiba di perempatan jalan.

Hujan menunggu di depan pintu
Dan kau, mengirimkan air mata ke awan
Aspal dan trotoar merah kuning menjadi basah

Kalian masih saja saling diam dan tak ada jarak sebagai pemutusan


3/
                Kemudian adalah angin
Yang mengatakan: biar aku yang membawamu sampai ke rumah
Kau bertengkar dengan abu-abumu sendiri, saling menghujat dan memaki.
Sementara jam mulai berjalan ke barat.
Dan mereka telah pergi


4/
Lelaki bunga dan angin sore, mereka telah pergi
Dan puisimu berhenti di alenia ini.