Rabu, 16 Desember 2015

Seekor Merpati yang Mati di Ujung Ranting

SEEKOR MERPATI YANG MATI DI UJUNG RANTING

Kepada siapa ia berharap, selain langit yang melambai kepadanya
Kepada siapa pula ia hendak menangis, selain prakata yang terbenam di kedua kupingnya yang memar
Pada ranting terakhir ia berucap sendiri, sepersekian tanya yang hilir mudik
Tentang telur yang akan menetas senja nanti, atau sarang yang banjir, atau tentang maut
Angin iseng sendiri, bergoyang hingga bulu-bulu putihnya jadi mendingin
Lalu tersiar kabar :
"Seekor merpati akan mati diujung ranting"
Jauh-jauh hari sudah dikuburkannya segala yang sempit

Siang meribut,
Takdir sedang bergurau, pikirnya

Surabaya, 11 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar