SAJAK YANG SENGAJA (1)
Aku tidak sengaja menatapnya diantara derai-derai daun yang menyusup di ujung sepatunya sewaktu kemarau dulu.
Tapi aku sengaja bergumam kecil sambil melangkah di belakangnya
Aku juga tidak sengaja melihat butir air terlepas dari langit desember yang basah, tergelincir di rambutnya, keningnya, menetes hingga ke ujung kakinya seharian.
Tapi aku sengaja menyetuh kulit jaketnya yang kuyup dari belakang dan menempelkan keningku agar tidak lebih menggenang
Tidak sengaja pula kudengar helaan napasnya yang memanggil telingaku agar mendengarkannya serupa puisi terlirih
Tapi aku sengaja berdiam sekedar ingin belajar cara mencintai segalanya dengan benar, dengan sopan, dengan sederhana, dengan-nya
Jangan pernah sengaja membaca ini di hadapanku
Karena aku tak benar-benar sengaja menulisnya
Tretes, 24 Desember 2015
