Saya ingin bermimpi. Meskipun saya tidak tahu dengan pasti sejak kapan saya menginginkannya. Yang jelas, saya ingin bermimpi ketika bertemu denganmu, mas.
Banyak yang mengatakan bahwa saya adalah perempuan yang tidak realistis, terlalu banyak khayal.
Hingga pada suatu hari yang mengubah hidup saya, pertemuan itu terjadi. Denganmu, mas.
Laki-laki dengan stok mimpi terbesar di muka bumi.
Lalu aku memutuskan untuk kembali menjadi diriku sendiri: menulis sesuatu. Sampai sekarang.
Barangkali aku wajib berterima kasih, salah satunya dengan tulisan ini. Terimakasih, laki-laki semanis gula kapas.
"Keyakinan akan menembus segalanya dan saya hidup dengan keyainan bahwa segala apa yang saya lakukan itu bermanfaat. Maka saya tempuh. Memang tidak mudah, banyak yang meremehkan. Tapi saya hidup tidak dari kata-kata orang" - Tuan W