Sabtu, 26 September 2015

Secawan Air Mata buat Nur

Nur,
Kuberi kau secawan air mata yang kusisihkan dari tempias gerimis
Sore kemarin, sehabis pertemuan kita di bawah redup rembulan
Sekiranya kau sudi membawa pulang
Sebagai pengganti air matamu yang deras pada gerimis-gerimis hari lalu
Menepilah, awan pun terseok-seok saling menimpa dan meneduh buat kau
Kau pun tahu, aku tahu
Tiada jembatan yang harus diseberangi, pula jalan setapak yang didaki
Nun jauh disana, gelombang laut bertandang tanpa hati-hati
Biar aku hendak berlayar

Terimalah ini,
Secawan air mata yang kusisihkan dari separuh hujan;

                     cinta yang berpulang

Pasuruan, 26 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar