Sabtu, 12 September 2015

Ada Saman di Matamu*

Ada saman di matamu, masuk.
Serupa kelopak, layar terkembang mencuri cela-cela
di pupil, di lensa
Temaram jangkar menyangkut ibarat kepulangan yang lama dipanggil
Pula dayung-dayung retak, menuju bibir pantai: rindu
Karang dan kawanan ombak mengantar datang lewat pandangan diantara deru-deru hujan
Cita ialah sekantong jaring penuh ikan-ikanan dan kerang-kerangan
Sudah datang yang dinanti, kasih

Kaki telanjang, kepala telanjang, mata telanjang, tangan telanjang, perut telanjang, leher telanjang, hidung telanjang, hati telanjang, otak telanjang
Namun kau, laki-laki

Saman yang masuk di matamu itu,
menghisap sekumpulan asap rokok
yang dihirup nenek-nenek tua di ujung dermaga
Juga teh di pucuk senja pada sayup-sayup pohon kelapa
Kemarilah, ingin kucumbu keringatmu yang sebagian tertinggal di ujud samudera

membiru jadi air pasang di pagi hari



Pasuruan, 18 Juli 2015
*dimuat dalam Antologi Potret Langit, Oase Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar