Ada saman di matamu,
masuk.
Serupa kelopak, layar
terkembang mencuri cela-cela
di pupil, di lensa
Temaram jangkar
menyangkut ibarat kepulangan yang lama dipanggil
Pula dayung-dayung
retak, menuju bibir pantai: rindu
Karang dan kawanan
ombak mengantar datang lewat pandangan diantara deru-deru hujan
Cita ialah sekantong
jaring penuh ikan-ikanan dan kerang-kerangan
Sudah datang yang
dinanti, kasih
Kaki telanjang, kepala telanjang,
mata telanjang, tangan telanjang, perut telanjang, leher telanjang, hidung
telanjang, hati telanjang, otak telanjang
Namun kau, laki-laki
Saman yang masuk di
matamu itu,
menghisap sekumpulan
asap rokok
yang dihirup
nenek-nenek tua di ujung dermaga
Juga teh di pucuk senja
pada sayup-sayup pohon kelapa
Kemarilah, ingin
kucumbu keringatmu yang sebagian tertinggal di ujud samudera
membiru
jadi air pasang di pagi hari
Pasuruan, 18 Juli 2015
*dimuat dalam Antologi Potret Langit, Oase Pustaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar