berbahagialah,
meski kita terlahir dengan kulit hitam
atau
berbadan pendek,
karena kita bisa tahu mana orang yang mencintai kita dengan hati,
bukan dengan matematika.
berbahagialah,
meski kita tidak terlalu pintar,
karena kita bisa memiliki keajaiban yang tidak dimiliki orang-orang pintar sejak lahir
: mimpi dan perjuangan.
berbahagialah,
meski kita lahir dari orangtua yang tidak terlalu kaya,
karena kita dijarkan untuk tidak angkuh, tidak manja, tidak congkak.
berbahagialah,
meski mimpi-mimpi kita dianggap tidak berharga bahkan dijadikan bahan olokan,
sebab mata kita melihat jalan, yang mata orang lain tidak melihatnya,
berbahagialah,
meski kita introvet, meski kita ceroboh, meski kita selalu lupa, meski kita sering salah, meski kita jarang bisa bergaul, meski tidak bisa memasak, meski dianggap aneh, meski dianggap gila, meski sering meneteskan air mata, meski banyak cita-cita kita belum terwujud: pergi ke luar negeri, menerbitkan buku, membangun rumah singgah, membangun sekolah, menjadi orang berguna.
tetap berbahagialah,
sebab hidup terlalu pendek untuk tidak berbahagia.
surabaya, 2 januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar